Assalamu'alaykum wa Rahmatullah.
Hikmah Sore.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)
“Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allâh maka ikutilah aku (nabi muhammad sholAllahu ‘alaihi wa sallam ), niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Māhapengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-‘Imrân: 31)
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]
Intisari Ayat:
1. Ada tujuan besar dan utama di balik diciptakanNya kita, yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya.
2. Kita diminta untuk selalu beribadah kepada Allah, tanpa jeda dengan segala bentuknya
3. Dalam ayat ini terkandung makna kewajiban mencintai Allah dan tanda tandanya mencintai Allah
4. Mencintai Allah dan mengikuti sunnah NabiNya adalah syarat diampuni dosa2 kita.
5. Tanda cinta kepada Allah adalah mengikuti sunnah Nabi-Nya dalam segenap keadaan, segenap perkataan dan perbuatan, dalam perkara ushul maupun furu’ secara lāhir maupun bātin.
6. Orang yang mengikuti Rasul itu menunjukkan kejujuran ia dalam pengakuan kecintaannya kepada Allah ta’aala
7. Cinta kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya termasuk sebab yang terpenting masuknya seorang muslim ke dalam syurga
8. Allah telah menyebutkan tentang kedudukan hamba dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tempat yang tertinggi
9. Allah memerintahkan segenap penghuni alam ini untuk mengucapkan shalawat dan salam atasnya
10. Namun menjalankan perintah bershalawat kepada RasulNya tetap harus mengikuti sunnah RasulNya tersebut.
Ada sekitar 8 lafal shalawat, yang sesuai sunnah, yang berasal dari hadits yang shahih. Salah satunya adalah.....Disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, “Dari Ka’ab bin Ujrah radhiallahu ‘anhu, bahwa para sahabat pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami telah memahami tata cara memberi salam kepada Anda, lalu bagaimana cara memberi salawat kepada Anda?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ucapkanlah,
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
“Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Maha-mulia.”
a. Salawat ini disebut dengan “salawat ibrahimiyah”.
b. Ini adalah salawat terbaik karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkannya sendiri kepada para sahabat.
Semoga kita tergolong kepada orang yang mencintai Allah dan mengikuti sunnah2 RasulNya, bukan yang lain. Aamiin yaa Rabbal'alamiin.