Rabu, 31 Agustus 2016

Shalawat Ibrahimiyah

Assalamu'alaykum wa Rahmatullah.

Hikmah Sore.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz Dzariyat: 56)

“Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allâh maka ikutilah aku (nabi muhammad sholAllahu ‘alaihi wa sallam ), niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Māhapengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-‘Imrân: 31)

“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzaab: 56]

Intisari Ayat:

1. Ada tujuan besar dan utama di balik diciptakanNya kita, yaitu agar setiap hamba dapat beribadah kepada-Nya.

2. Kita diminta untuk selalu beribadah kepada Allah, tanpa jeda dengan segala bentuknya

3. Dalam ayat ini terkandung makna kewajiban mencintai Allah dan tanda tandanya mencintai Allah

4. Mencintai Allah dan mengikuti sunnah NabiNya adalah syarat diampuni dosa2 kita.

5. Tanda cinta kepada Allah adalah mengikuti sunnah Nabi-Nya dalam segenap keadaan, segenap perkataan dan perbuatan, dalam perkara ushul maupun furu’ secara lāhir maupun bātin.

6. Orang yang mengikuti Rasul itu menunjukkan kejujuran ia dalam pengakuan kecintaannya kepada Allah ta’aala

7. Cinta kepada Allah Ta’ala dan Rasul-Nya termasuk sebab yang terpenting masuknya seorang muslim ke dalam syurga

8. Allah telah menyebutkan tentang kedudukan hamba dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada tempat yang tertinggi

9. Allah memerintahkan segenap penghuni alam ini untuk mengucapkan shalawat dan salam atasnya

10. Namun menjalankan perintah bershalawat kepada RasulNya tetap harus mengikuti sunnah RasulNya tersebut.

Ada sekitar 8 lafal shalawat, yang sesuai sunnah, yang berasal dari hadits yang shahih. Salah satunya adalah.....Disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, “Dari Ka’ab bin Ujrah radhiallahu ‘anhu, bahwa para sahabat pernah bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami telah memahami tata cara memberi salam kepada Anda, lalu bagaimana cara memberi salawat kepada Anda?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ucapkanlah,

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

“Ya Allah, berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahamulia. Ya Allah, berikanlah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Maha-mulia.”

a. Salawat ini disebut dengan “salawat ibrahimiyah”.
b. Ini adalah salawat terbaik karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkannya sendiri kepada para sahabat.

Semoga kita tergolong kepada orang yang mencintai Allah dan mengikuti sunnah2 RasulNya, bukan yang lain. Aamiin yaa Rabbal'alamiin.

Senin, 29 Agustus 2016

Bacaan Setelah Sholat Wajib.

Dari Ka'ab bin'Ujrah ra. Rasulullah SAW nersabda, " Ada beberapa kalimat pengikut yang tidak akan merugikan orang yang mengucapkannya -atau melakukannya - di akhir setiap sholat wajib (yaitu) , tiga puluh tiga tasbih,  tiga puluh tiga tahmid , dan tiga puluh empat takbir. " HR. Muslim :596. Riyadhus Shalihin 13/420.

Jumat, 26 Agustus 2016

Tiada yang kebetulan.

TIADA YANG KEBETULAN

Pernahkah saat kamu duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terfikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?

Itu adalah اللّه yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu
(Quran Surah[QS] 4:114, 2:195, 28:77)

Pernahkah saat kamu sedang bersedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat luapan hati?

Itulah adalah اللّه yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA
(QS 12:86)

Pernahkah tanpa sengaja kamu memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau bertemu dengannya, atau kamu menerima telefon darinya?

Itu adalah Kuasa اللّه yang sedang menghiburmu
Tidak ada yang namanya kebetulan
_(QS 3:190-191).

Pernahkah kamu mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk diperolehi?

Itu adalah اللّه yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kamu taburkan sebelumnya
_(QS 65:2-3).

Pernahkah kamu berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?

Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do'amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA....

Karena Dia tahu kamu sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan
(QS 47:31, 32:21).

Jika kamu peka, akan sering kamu sadari bahwa KASIH dan KUASA اللّه selalu ada di saat manusia merasa dirinya tak mampu.

Apakah kamu fikir tulisan ini hanya sekadar gurauan tanpa tujuan yang terkirim padamu?

Tidak!
Sekali lagi, TIDAK ADA YANG KEBETULAN.

Cuba rasakan kehadiran-NYA..., dengarkan suara-NYA yang berkata:

"Jangan kuatir, AKU di sini bersamamu"
_(QS 2:214, 2:186)

Wallahualam.

Kamis, 25 Agustus 2016

Antara benar dan metrasa benar

Dr tetangga sblh, mudah2 an bermanfaat.

*ANTARA BENAR DAN MERASA BENAR*

Bagus banget dibaca dan direnungkan.

Menjadi *Benar* itu penting, namun *Merasa Benar* itu tidak baik.
*Kearifan* akan membuat seorang menjadi Benar, tetapi *bukan* Merasa Benar.

Perbedaan *Orang Benar* dan *Orang Yg Merasa Benar*:

*1* Orang Benar, *tidak akan berpikiran* bahwa ia adalah yg *paling* benar.

*2*   Sebaliknya* orang yg *merasa benar*, di dalam pikirannya hanya dirinyalah yg *paling*  benar.

*3*��Orang *Benar*,  bisa *menyadari* kesalahannya.

*4*��Sedangkan Orang Yg *Merasa Benar*, merasa *tidak perlu untuk Mengaku Salah*.

*5*��Orang *Benar*, setiap saat akan *introspeksi* diri dan *bersikap Rendah Hati*.

*6*��*Tetapi* Orang Yg *Merasa Benar*, merasa *tidak perlu introspeksi*,  Karena merasa *paling benar*, mereka cenderung *Tinggi Hati*.

*7*��Orang *Benar* memiliki *Kelembutan Hati*. Ia dapat *menerima masukan* dan *kritikan*dari siapa saja, *sekalipun itu dari anak kecil*.

*8*��Orang Yg *Merasa Benar*, *Hatinya Keras* Ia *sulit* untuk  menerima nasihat dan masukan apalagi *kritikan*.

*9*��Orang *Benar* akan selalu *Menjaga Perkataan dan Perilakunya*, serta berucap Penuh *Kehati-hatian*.

*10*��Orang Yg *Merasa Benar* : berpikir, berkata, dan berbuat *sekehendak hatinya, tanpa *pertimbangan atau mempedulikan perasaan orang lain*

*11*��Pada akhirnya, orang *Benar* akan *dihormati, dicintai dan disegani oleh hampir semua orang*

*12*��Sedangkan orang yg *Merasa Benar Sendiri* hanya akan *disanjung oleh mereka yg berpikiran sempit, dan yg sepemikiran dgnnya, atau mereka yg hanya 'sekedar ingin memanfaatkan' dirinya*.

*13��Mari terus memperbaiki diri untuk bisa Menjadi Benar, agar tidak selalu Merasa Benar*.

*14��Bila kita sudah termasuk tipe Orang Benar, tetaplah dalam Kebenaran dan selalu Rendah Hati*.